Luncurkan Lapas Bersinar, Upaya Lapas Batang Perangi Narkoba
Batang - Lapas Kelas IIB Batang bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) setempat meluncurkan Lapas Bersinar. Hal tersebut sebagai wujud komitmen dalam penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di area Lapas.
Batang - Lapas Kelas IIB Batang bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) setempat meluncurkan Lapas Bersinar. Hal tersebut sebagai wujud komitmen dalam penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di area Lapas.
Kepala
Lapas Kelas IIB Batang Nurhamdan memastikan komitmen tersebut merupakan upaya
nyata untuk menerangi peredaran Narkoba di dalam Lapas.
“Ini
dikarenakan peredaran Narkoba juga rawan terjadi di dalam Lapas, maka kami
menggandeng BNN Batang untuk bersama melawannya,” katanya, saat ditemui di Aula
Lapas Kelas IIB Batang, Kabupaten Batang, Rabu (23/7/2025).
Disamping
itu Lapas Batang juga menyiapkan layanan rehabilitasi yang bersinergi dengan
BNNK, yang siap memberikan konsultasi.
“Semoga
Lapas Batang semakin bersih dari penyalahgunaan narkoba, dan lewat program
rehabilitasi ini mereka tidak mengulangi perbuatan penyalahgunaan narkoba,”
harapnya.
Serta
yang tak kalah pentingnya, kesuksesan Lapas dalam membina Warga Binaan sebagai
Santri Daruttaubah.
“Dari
418 Warga Binaan, 74 di antaranya sudah mengikuti program Santri Daruttaubah,
dan 10 di antaranya berhasil menghafal satu juz. Semoga tahun mendatang santri
yang diwisuda bisa 100 orang dan hafal 30 juz,” jelasnya.
Sementara
itu, Kepala BNNK Batang Suryanto Padmadi Raharjo mengapresiasi program
rehabilitasi yang digagas Lapas sangat positif karena membantu
menyosialisasikan pencegahan penyalahgunaan Narkoba.
“Di
sini Warga Binaan juga sudah disiapkan wadah, penyaluran keterampilan maupun
keagamaan, sehingga tidak mengarah sebagai penyalahgunaan Narkoba lagi,” ungkapnya.
Hal
ini sangat positif karena lewat pembinaan Santri Daruttaubah, sebagai penghafal
Alquran, mengena di pribadi Warga Binaan.
“Semoga
bagi mereka yang sudah dibekali keterampilan dan ilmu agama, nantinya ketika
kembali ke masyarakat bisa bermanfaat dan menjadi panutan dalam kehidupan
beragama,” ujar dia. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)